Thursday, 21 April 2011

Dan...Kartini pun menangis

Kartini vs selebriti

Emansipasi kebablasan kalau boleh di katakan begitu,yang saya tahu dan pahami menurut pendapat saya banyak hal keterkaitan antara selebriti dan kartini.
Karena dua-duanya adalah figur menonjol di mata masyarakat,panutan banyak orang bahkan di idolakan oleh semua orang.
Karena tingkah laku,timdak tanduk dalam hal sekecil apapun pasti di ketahui banyak orang.

Mungkin selebriti kita tak sempat memikirkan kartini,karena apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas di dunia layar kaca selebihnya mereka manusia biasa begitu kira-kira kilah mereka.

Kita tengok saja kejadian dan kelakuan selebriti kita yang tidak lg pantas menjadi panutan..kumpul kebo,hamil di luar nikah,simpanan pejabat,perceraian,perselingkuhan,kekerasan anak dan lain sebagainya yang ironisnya menu-menu yang demikian selalu tersaji di layar kaca kita dengan segala bentuk variasi dan kemasan.
Norma-norma seakan hilang tenggelam dalam gemerlapnya dunia maya.
Mereka mungkin tak sadar bahwa segala tindak tanduk mereka di amati dan bahkan menjadi tren malah sesuatu yang di anggap tabu menjadi hal yang biasa jika di lakukan seorang selebriti.
Mau dimana generasi kita selanjutnya...
jika tiap hari di jejali reality show yang berkonotasi negatif.

Tapi tidak semualah selebriti kita begitu (semoga)..
ada banyak kok kartini-kartini kita yang berprestasi baik keartisannya dan tingkah lakunya patut di teladani.

Semoga di hari yang boleh dikatakan hari emasipasi para kaum hawa kedepan menjadi sauri tauladan yang baik.
Tidak menjadikan emansipasi yang kebablasan,tidak menjadikan alasan untuk membenarkan argumen pribadi.

Semoga wanita indonesia semakin maju..
semangat dalam berkarya..
Keluaraga,bangsa dan negara.

Jangan menangis lagi kartini...
perjuanganmu gak bakal sia..
___---%%%%%----____

Jiwa kartini si pahlawan devisa

jika saja Ibu Kartini masih hidup tentu saat ini dia pastilah bersedih sangat,bagaimana tidak di satu sisi para wanita Indonesia yang di gadang-gadang dan di eluk sebagai pahlawan devisa acap kali teraniaya di negeri seberang.
Mungkin tak terbersit sama sekali di benak mereka bahwa mereka akan di sanjung bak pahlawan di negerinya yang mereka butuhkan atau yang mereka perjuangkan adalah kelangsungan hidup,kemapanan hidup dia dan saudara-saudaranya.

Kartini-kartini kita ini mungkin tak banyak pengharapan yang berlebih dari pemerintah,tapi seperti kebiasaan pejabat kita baru bergerak tanpa antisipasi setelah adanya kejadian.
tengok saja berapa saudara - saudara kita yang di siksa bahkan di bunuh di tanah rantau.


Lalu....
siapakah yang pantas di salahkan ???
atau
Siapakah yang secara gentle berteriak ' saya lah yang pantas di salahkan dan saya akan bertanggung jawab sepenuhnya '

hmmmm.....
saya kira tak ada seorangpun..
Dan pastilah mereka-mereka yang berkepentingan berlomba-lomba mencari kebenaran pribadi.

Kartini...
Maafkanlah para pejabat kita ini..
Yang memandangmu sebatas tuk di peringati...
melihatmu tuk sekedar simbol semata...
Sedangkan saudara-saudara kita dari tahun ke tahun selalu saja kejadian yang membuatmu mengelus dada.
Semoga saja....
Semangatmu akan tetp mengalir dalam para pahlawan devisa kita...
Dan semoga semakin banyak berita-berita yang membahagiakan dan ternapus sudah pemberitaan tentang kesedihan.

Terima kasih Kartini,kau ajarkan kami tentang emansipasi meskipun pemerintah kita belum sepenuhnya mengerti dan memahami..
Semoga segera muncul kartini baru yang benar-benar sanggup meneladani ajaranmu dan bisa menjadi pejuang wanita indonesia seutuhnya.